+62 852 61706371
khairul.amri99@gmail.com

Di Balik Kisruh Ayam Geprek Bensu

Di Balik Kisruh Ayam Geprek Bensu

Kami pernah membaca flyer buku terbaru dari Mardigu WP. Buku itu berjudul Bisnis Tak Se-Anjing Itu Kawan. Di flyer itu ada kata kunci dari isi buku tersebut.

Beberapa hari ini, berseliweran kasus dari sebuah usaha kuliner antara milik Ruben Samuel Onsu dengan PT. Ayam Geprek. Dimana keduanya sama-sama memakai merek Bensu.

Ruben Samuel Onsu dengan Geprek Bensu dan PT. Ayam Geprek dengan I Am Geprek Bensu. Kami tidak akan berkisah tentang kekisruhan yang terjadi. Namun, pelajaran yang kita petik dari kasus mereka.

Kami sependapat jika kawan-kawan mulai sadar akan merk dan mulai mendaftarkan ke HKI atau HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Namun, disini kita belajar untuk bisa memilih calon investor atau rekan bisnis.

Ilmu ini pula yang wajib kami miliki sebagai akuntan atau akuntan publik. Salah satu ilmu dari 21 disiplin ilmu yang harus kami kuasai. Ilmu ini sangat penting.

Ilmu yang kami dapat di masa kuliah dan beberapa kali saat Pelatihan Profesi Berkelanjutan (PPL). Di buku Mardigu WP itu di bahas dengan bahasa beliau.

Ilmu itu adalah Etika Bisnis atau Etika Profesi bagi kami yang bergerak di bidang profesi. Selain ilmu itu, ada sikap lagi yang perlu di perhatikan yakni integritas.

Rekan Institute dengan tagline Integritas, Profesional dan Independen serius untuk menjaga ketiganya. Salah satu menjaganya dengan membangun etika bisnis yang baik.

Jika di lihat dari kisah Ayam Geprek Bensu, pihak Ruben Samuel Onsu adalah pihak yang di ajak lalu “membelot” dari kesepakatan. Hipotesis kami, karena ada branding Bensu yang selama ini menjadi nilai (value) dirinya.

Untuk konteks bisnis, kami tidak menyimpulkan bagaimana etika bisnis dan integritas beliau. Namun, untuk karakter seperti beliau menjadi pelajaran untuk berhati-hati memilih investor atau rekan bisnis.

Sekaya apapun calon investor kita, jika etika bisnis buruk dan tidak punya integritas. Bisnis kita akan menjadi goyah.

Kami hanya bisa sampaikan, seseorang mau menjadi investor dapat di lihat dari motivasi-nya. Bagaimana cara mengetahuinya? Lihat, dengar dan rasakan dominansi kalimat yang ia ucapkan.

Namun, ini juga hanya salah satu dari kita meminimalisir risiko. Memang untuk mengamankan bisnis kita, brand yang sedang kita bangun harus kita daftarkan ke pemerintah agar terjamin.

Bagi kami, brand atau merk adalah aset yang tidak memiliki wujud (intangible assets). Ia besar bersamaan dengan besarnya bisnis kita.

Ia akan menghasilkan saat ia di beli sebagai franchise. Saat sudah terjual, brand tak hanya sebagai merk namun menjadi goodwill bagi bisnis kita.

Inti sari dari tulisan kami adalah perhatikan sisi etika dalam berbisnis. Jika etika bisnis kita baik maka integritas kita akan baik pula.

6 Responses

  1. Muna says:

    Dalam lini kehidupan apapun, etika tetap no 1 ya bang,
    Sayangnya semakin kesini, etika itu sudah mulai berkurang dari pribadi masyarakat kita..

    Jadi kalau dilihat keduanya salah ya,
    Maksudnya pt Ayam geprek gak mendaftarkan merk ke haki.
    Sedangkan Ruben dinilai salah dari sisi etika nya ya karena membelot, tapi dia pintar dengan mendaftar merk ke haki
    Begitukah kesimpulan nya? šŸ¤”

  2. Sani says:

    Betul bgt. Jangan abaikan etika bisnis. Spt yg dibilang, pengaruh besar ke integritas kita.
    Btw saya suka ayam geprek, sering beli ke dua brand tsb hehe

  3. Nurhilmiyah says:

    Dari perspektif hukum bisnis memang HKI itu termasuk “intangible thing” dan wajib didaftarkan jika ingin memperoleh perlindungan. Beda lagi jika dibahas dari etika bisnis ya. Jd cepatĀ²an mendaftarlah hehe

    Nice share Bang, informatif

  4. Jangankan berbisnis dengan rekan ya bang, bahkan berbisnis dengan saudara saja harus bijak dan menerapkan etika bisnis. Biar kedua pihak sama-sama tidak membelot.

  5. enggak ngikutin beritanya sih. smoga kisruhnya segera usai dan jadi pelajaran untuk pembisnis lainnya.

  6. Dyah ummu AuRa says:

    aku baru baca kemarin soal ini dan… aku terkejut. Duh..duh.. kalau emang bener yang diberitakan sangat disayangnya. Tapi benar bang, banyak yang kita bisa pelajari terutama dalam memilih rekan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *